Home > Event > Forkopimda Belitung Gelar Kampanye Keamanan Dan Keselamatan Moda Transportasi Laut

Forkopimda Belitung Gelar Kampanye Keamanan Dan Keselamatan Moda Transportasi Laut

When:
06/13/2019 @ 04:47 – 05:47
2019-06-13T04:47:00+07:00
2019-06-13T05:47:00+07:00
Forkopimda Belitung Gelar Kampanye Keamanan Dan Keselamatan Moda Transportasi Laut

Sijuk – Untuk meningkatkan kesadaran keamanan dan kenyamanan berwisata, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Belitung bersama dengan para pelaku wisata dan OPD terkait gelar kampanye keamanan dan keselamatan moda transportasi laut di pulau Lengkuas Desa keciput Kecamatan Sijuk Kabupaten Belitung, Selasa (11/6/2019).
Pada kampanye ini, seluruh peserta yang menaiki kapal menuju Pulau Lengkuas menggunakan pelampung dan pada saat turun mereka menggunakan sampan atau sekoci sesuai dengan kapasitas yang telah ditetapkan. Kegiatan ini diinisiasi oleh terjadinya kecelakaan di laut berjarak sekitar 200 meter dari Pulau Lengkuas yang menewaskan satu orang warga berumur 70 tahun dan 4 korban lainnya dirawat namun saat ini sudah sembuh dan pulang ke rumah masing-masing.
Bupati Belitung, H. Sahani Saleh, S.Sos menjelaskan kejadian ini tentunya meberikan citra buruk kepada pemerintah. Namun hal ini terjadi dikarenakan mereka menggunakan kapal yang tidak standar, yaitu bukan menggunakan kapal penumpang melainkan kapal yang digunakan untuk menangkap ikan. Dan sampan ojek yang digunakan untuk mengakomodir kapal-kalal besar yang tidak bisa menepi karena jaraknya yang terlalu jauh jumlah penumpangnya melebihi kapasitas sehingga saat sampannya kehilangan keseimbangan menyebabkan sampan tersebut terbalik.
”Kita menghimbau kepada masyarakat untuk memberikan pengertian agar mematuhi peraturan yang dibuat khususnya mengenai keselamatan”, ujar Sahani.
Sementara saat ditanyai tentang rencana pembuatan dermaga apung, Sahani menyebutkan sejak pihaknya sudah mendapatkan dana dari pusat untuk membuat dermaga apung. Namun ada beberapa kendala terkait zonasi. Zonasi ini Perdanya merupakan kewenangan provinsi sejak tahun 2015 dan salah satu zonasinya ini tidak terbit. Hal ini masih diupayakan agar Bupati Belitung diberikan dekresi untuk mengelola pulau-pulau kecil yang menjadi tempat wisata dan inilah yang akan menjadi dasar dibuatkannya dermaga apung.

“Targetnya pada tahun 2020 atau 2021 kita sudah punya dermaga apung di Pulau Lengkuas”, tambahnya.

Sementara untuk regulasi mengenai keamanan dan kenyamanan pariwisata khususnya pariwisata pantai di Pulau Belitung, Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobie, S.Sn, M.Si menjelaskan Pemkab sudah membangun loket penjualan terpadu di Tanjung Kelayang. Loket tersebut menggunakan pembayaran secara tunai atau melalui aplikasi Go-Pay dan juga BRI. Isyak juga menegaskan bahwa pelampung dan asuransi jiwa merupakan keharusan
“Jadi setiap orang yang akan berlayar ke pulau pulau di sekitar Tanjung Kelayang harus membeli tiket di loket itu yang sudah termasuk pelampung dan asuransi jiwa”, terang Isyak.
Selanjutnya penumpang akan dipandu menuju ke kapal sesuai nomor lambung. Proses ini sudah tertuang dalam Peraturan Bupati yang akan ditandatangani oleh Bupati dan sudah pada proses finalisasi.
“Hari ini kampanye kita, kampanye bersama-sama Forkopinda pelaku wisata dan instansi terkait, ingin membuktikan kepada masyarakat Indonesia dan internasional bahwa Belitung tetap aman dan nyaman untuk berwisata, tempat ini indah untuk anda nikmati”, tutup Isyak. (Mc-Belitung /Siti Rofiqoh)